4 Tanda Fase Siklus Menstruasi Normal Pada Saat Masa Subur

Menstruasi merupakan siklus hormon yang berulang setiap 28-30 hari sekali yang terjadi pada tubuh wanita . Siklus menstruasi normal terdiri dari 4 fase siklus menstruasi dan setiap fase membawa dampak yang berbeda baik secara fisik maupun emosional . Menstruasi pada wanita dipengaruhi oleh 5 hormon tubuh yang mempunyai fungsi sendiri-sendiri . Hormon Estrogen yang berpengaruh dalam pembentukan dinding rahim setelah menstruasi , Progresteron yang berfungsi sebagai penjaga siklus haid serta penebal dinding rahim , hormon pelepasan Gonadotropin yang dihasilkan otak yang merangsang pembentukan hormon perangsang folikel dan pelutein . Hormon pelutein bertugas merangsang pembentukan sel telur dan ovulasi sementara hormon perangsang folikel menjaga sel telur hingga matang didalam ovarium dan siap untuk dilepaskan .

siklus menstruasi

Berikut Ini 4 Fase Siklus Menstruasi Yang Terjadi Setiap Bulan

  • Fase Menstruasi

Fase menstruasi merupakan fase pertama yang terjadi pada siklus ini . Fase ini bisa berlangsung selama 3-7 hari . Pada fase menstruasi terjadi peluruhan dinding rahim yang tidak terbuahi , keluarnya darah , penurunan kadar hormon progesteron , dan sering kali disertai dengan kram di kaki , panggul dan punggug . Pada awal fase ini juga sering terjadi kram di sekitar perut akibat kontraksi otot-otot rahim . Kontraksi ini sangat umum terjadi sebagai pendorong peluruhan leher rahim . Nyeri otot timbul karena kurangnya suplai oksigen ke dalam rahim .

Baca Juga : Cara Menggugurkan Kandungan

Pada fase ini disarankan untuk tidak hanya diam atau tiduran saja , aktivitas ringan seperti berjalan-jalan melihat pemandangan dapat membantu mengurangi rasa nyeri . Kondisi fisik berada di titik terendah , oleh karena itu disarankan juga untuk memperbanyak makanan dan minuman agar energi dapat di kembalikan dengan lebih maksimal .

  • Fase Folikular

Fase folikular merupakan fase rahim mulai membentuk kembali dinding rahim yang telah diluruskan . Pada fase ini hormon perangsang folikel ini akan merangsang dan menjaga pembentukan ovarium atau sel telur sejak hari pertama menstruasi hingga siap untuk di pindahkan ke ovum . Fase ini terjadi bersamaan dengan menstruasi , dan mencapai puncaknya pada sekitar hari 13 . Setelah sel telur matang , folikel akan menghasilkan hormon pembentukan lapisan pembuluh darah dan jaringan lunak di sekitar rahim yang disebut endometrium . Ini adalah langkah pertama pemulihan setelah menstruasi .

Pada fase ini hormon-hormon yang berkerja akan menaikkan mood dan kinerja otak , sementara progresteron memberikan dorongan seksual yang tinggi . Hormon estrogen memberikan keberanian lebih dan menekan nafsu makan .

  • Fase Ovulasi

Ovulasi merupakan puncak dari siklus menstruasi pada wanita . Pada hari ke 14 , sel telur yang telah makan siap untuk dipindahkan ke saluran tuba dan bertahan 12-24 jam . Perpindahan ini terjadi dengan bantuan rambut getar yang disebut silia yang merangsang perpindahan dengan getaran-getaran halus . Pada fase ini , produksi hormon estrogen dan testosteron berada dalam puncaknya . Akibatnya kepercayaan diri wanita akan sangat meningkat , gairah seksual juga sangat menggebu , pikiran dan perasaan lebih terjaga .

  • Fase Luteal

Fase yang dimulai di hari ke-15 ini merupakan fase yang terjadi setelah sel telur berada di saluran tubu selama 24 jam . Jika pada masa itu sel tidak terjadi pembuahan sel telur oleh sperma , maka sel telur tersebut akan hancur . Sementara corpus luteum yang terbentuk dari bekas folikel dari sel telur akan menghasilkan hormon progresteron . Hormon ini berfungsi menjaga endometrium hingga akhir fase ini dan memulai fase menstruasi dari awal . Hormon progresteron juga menjadi hormon anti-kecemasan yang memberikan efek emosional yang lebih stabil kepada wanita .

Di akhir fase ini , gejala-gejala PMS akan mulai bermunculan . Perasaan cemas , murung , perut kembung , dan keinginan makan yang tinggi sering kali muncul . Tanda-tanda ini merupakan awal dari mulainya fase baru dari siklus menstruasi .

Siklus menstruasi setiap wanita bisa terjadi dengan rentan waktu yang berbeda-beda . Banyak hormon yang terpengaruh oleh berbagai hal seperti stress pekerjaan dan beban pikiran lainnya . Mengenali siklus diri sendiri adalah cara terbaik untuk memperlakukan diri dan menyiapkan diri menjelang setiap fase dalam siklus ini . Ada pula wanita yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur , dalam artian lamanya siklus tidak tetap setiap bulannya . Misal bulan ini 26 hari , di siklus selanjutnya 30 hari , dan sebagainya . Hal ini tentu akan mengganggu perhitungan masa subur dan antisipasi menjelang siklus baru . Banyak cara melancarkan haid yang dapat di tempuh , baik dengan obat-obatan pengontrol hormon maupun secara alami dengan konsumsi makanan sehat .

Updated: Juli 19, 2019 — 11:23 am